- Perikanan, Tips

Cara Budidaya Ikan Napoleon

A. Pemilihan Lokasi
Tips Sukses Budidaya – Pemilihan lokasi untuk membangun sebuah hatcheri memerlukan pertimbangan pertimbangan, sebelum mengambil keputusan. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain: harga lahan yang pantas, jaringan listrik dan sumber air tawar, tenaga kerja, dan jaringan komunikasi yang baik. Beberapa pemilik hatcheri yang berdekatan dengan lokasi pembesaran. Kriteria pemilihan lokasi tersebut harus dipenuhi kalau hatcheri tidak mau gagal.
Pertimbangan antara lain sebagai berikut :
  1. Peraturan pemerintah: rencana tata ruang dan pengembangan wilayah, perizinan, peraturan tentang keharusan untuk menggunakan pemborong okal, dan lain lain.
  2. Kualitas air laut: untuk ini diperlukan suatu survei yang detail, informasi yang diperlukan bukan hanya dari permukaan tetapi meliputi informasi dari badan air.
  3. Tata letak hatcheri.
  4. Izin membangun hatcheri dari Pemda setempat, jika izin tidak diperoleh cari lokasi yang lain.
  5. Konsultasi ke Bappeda mengenai rencana tata ruang dan rencana pengembanga kawasan. Apakah lokasi tersebut diperuntukan untuk pengembangan industri, pemukiman penduduk (perumahan) atau untuk perikanan.
B. Pembesaran Ikan Napoleon
Salah satu syarat yang tedak kalah pentingnya, yaitu kepadatan awal penebaran. Berdasarkan pengalaman selama ini (termasuk hasil uji coba pada pilot project perikanan), kepadatan awal merupakan faktor yang paling dominan, karena bila dalam satu karamba terdapat jumlah ikan yang sangat padat, maka akan menjadi salah satu sebab terjadinya kanibalisme. Disamping produksinya pun akan menjadi rendah.
Kepadatan awal untuk ikan kerapu ini adalah sebanyak 50 – 60 ekor/ m3, dengan ukuran ikan sekitar 20 – 50 g/ ekor. Sedangkan selama pemeliharaan, masalah daya dukung perairan (carrying capacity) perlu tetap dijaga, yaitu pada batas 41,7 kg/ m3, sehingga karamba tidak mengalami kelebihan beban.
C. Pakan dan Cara Pemberian Pakan
Pakan merupakan salah satu aspek yang memerlukan perhatian cukup besar sehingga harus direncanakan dengan matang yaitu menekan anggaran pengeluaran serendah mungkin, tetapi hasilnya tetap maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pemilihan jenis pakan yang tepat namun tetap mempertimbangkan kualitas nutrisi, seleran ikan, dan harga yang murah.
Dari hasil uji coba  dan penerapan pada skala usaha, tujuan untuk mendapatkan hasil yang baik dengan pengeluaran yang relatif rendah adalah memberikan pakan dari jenis ikan ikan yang tak laku di pasaran (non ekonomis), yaitu ikan ikan yang digolongkan sebagai ikan runcah seperti ikan tembang, rebon, selar, dan sejenisnya yang banyak tersebar di perairan Nusantara. Pemilihan pakan ikan kerapu yang berasal dari ikam runcah ini, selain harganya murah dan mdah diperoleh, juha karena pakan buatan khusus ikan kerapu memang belum ada di pasaran.
Pakan dari jenis ikan rucahini tetap harus dijaga kualitasnya, setidaknya kondisinya tetap dipertahankan dalam keadaan segar, misalnya disimpan dalam freezer. Pakan yang tidak segar atau terlalu lama disimpan, akan menyebabkan turunya kualitas nutrisi (asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh ikan kerapi), yang hilang karena proses oksidasi.
Pemberian pakan yang ideal tergantung pada ukuran ikan kerapu yang dipelihara. Ikan yang berukuran 20 – 50 gram, dapat diberikan sebesar 15% per hari dari bobot biomassa. Selanjutnya persentase diturunkan seiring dengan pertumbuhan ikan. Setelah mencapai ukuran 100 g pakan diberikan sebanyak 10 % per hari, dan kemudian dikurangi setiap 1 (satu) bulan pemeliharaan, hingga akhirnya diberikan sebanyak 5 % per hari saat iklan napoleon telah mencapai ukuran 1 Kg.
Apabila ada yang perlu ditanyakan, bisa melalui komentar
Sekian dari saya, Terima Kasih.

6 thoughts on “Cara Budidaya Ikan Napoleon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *