- Perikanan, Tips

Menjala Rupiah Udang Vannamei

A. Sekilas pandang Udang Vannamei
Tubuh udang dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kepala dan bagian badan. Bagian kepala menyatu dengan bagian dada disebut cephalothorax yang terdiri dari 13 ruas, yaitu 5 ruas dibagian kepala dan 8 ruas di bagian dada. Bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas, tiap tiap ruas (segmen) mempunyai sepasang anggota badan (kaki kerang) yang beruas ruas pula. Pada ujung ruas keenam terdapat ekor kipas 4 lembar dan satu telson yang berbentuk runcing.
Bagian kepala dilindungi oleh cangkang kepala atau carapace. Bagian depan meruncing dan melengkung membentuk seperti huruf S yang disebut cucuk kepala atau rostrum. Pada bagian atas rostrum terdapat 7 gerigi dan bagian bawahnya 3 gerigi untuk P.monodon.
B. Persiapan Tambak
  • Pengeringan atau pengolahan tanah dasar
Air dalam tambang dibuat, ikan ikan liar diberantas dengan saponin, genangan air yang masih tersisa di beberapa tempat harus dipompa keluar. Selanjutnya tambak dikeringkan sampai retak retak kalau perlu dibalik dengan cara ditraktor sehingga H2S menghilang karena teroksidasi. Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang ada di pelataran tambak.
  • Pemberantasan Hama
Pemberantasan ikan ikan dengan sapion 15 sampai 20 ppm (7,5 sampai 10kg/ ha) dengan ketinggian air tambak 5cm.
  • Pengapungan dan Pemupukan
Untuk menunjang perbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ ha. Selanjutnya masukkan air ke tambak sehingga tambak menjadi macak macak kemudian dilakukan dengan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ ha), pupuk kandang (2000 kg/ ha).
  • Pengisian Air
Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak elama 2 sampai 3 minggu sampai kondisi air betul brtul siap ditebari benih udang. Tinggi air di petaj pembesaran diupayakan > 1,0 m.
 
C. Penebaran
Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plangton tumbuh baik (7 sampai 10 hari) sesudah pemupukan. Benur vannamei yang digunakan adalah PL 10 sampai PL 12 berat awal 0,001 g/ ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapatkan rekomendasi bebas patogen, Spesific Pathogen Free (SPF). Kriteria Benur vannamei yang baik adalah mencapai ukuran PL – 10 atau organ insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, berenang melawan arus.
Padat penebaran untuk pola tradisional tanpa pakan tambahan dan hanya mengandalkan pupuk susulan 10% dari pupuk awal adalah 1 sampai 7 ekor /m2. Sedangkan apabila menggunakan pakan tambahan pada bulan ke dua pemeliharaan, maka disarankan dengan padat tebar 8 sampai 10 ekor /m2.
D. Pemeliharaan
Selama pemeliharaan, dilakukan monitoring kualitas air meliputi : suhu, salinitas, transpirasi, pH dan kedalaman air dan oksigen setiap hari. Selain itu, juga dilakukan pemberian pemupukan urea dan TPS susulan setiap 1 minggu sebanyak 5 sampai 10% dari pupuk awal. (urea 150 kg/ ha) dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan plangton dalam tambak. Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH berfluktuasi.
Pakan diberikan pada hari ke 70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plangton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang mulai lambat. Dosis pakan yang diberikan 5 sampai 2% dari biomassa udang dengan frekuensi pemberian 3 kali /hari yakni 30% pada jam 07:00 dan 16:00 serta 40% pada jam 22:00.
Apabila ada yang perlu ditanyakan, bisa melalui komentar.
Sekian dari saya, Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *