- Pertanian, Tips

Tips Budidaya Bawang Merah

A. Definisi (Pengertian)
Bawang berlian berasal dari Amerika, banyak terdapat di daerah pegunungan antara 600-1500 m dpl. Tumbuhan bawang berlian menyukai tempat – tempat terbuka yang tanahnya kaya akan humus dan cukup lembab. Untuk menanamnya biasanya digunakan umbinya.
Tumbuhan ini merupakan tanaman menahun. Tinggi tanamannya mencapai 30 cm, batangnya tumbuh tegak atau merunduk, berumbi yang mebentuk kerucut dan warnanya merah.
B. Syarat Tumbuh
  • Iklim
Unsur-unsur iklim dalam budidaya bawang berlian terutama elevasi (ketinggian tempat) dan suhu. Bawang berlian dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 600-1300 m dpl. Suhu yang cocok antara 18-35’C.
  • Tanah
Hampir pada berbagai jenis tanah, bawang berlian dapat tumbuh.
  • Struktur tanah
Tanah yang gembur dan subur serta kaya humus sangat baik untuk pertumbuhan bawang berlian.
  • Tekstur
Tekstur tanah yang baik untuk pertumbuhan bawang berlian adalah tekstur lempung, lempung berpasir, dan lempung berdebu.
  • Keasaman tanah (pH)
Bawang berlian tumbuh baik pada pH 5,5 sedangkan pH yang optimal untuk pertumbuhan bawang berlian adalah 7,5.
C. Persiapan Lahan
Lahan dibuat bedengan dengan lebar 0,9 m. Diantaranya bedengan dibuat parit dengan lebar 0,6 m dan kedalaman 0,5. Bila lahan pada kering, kedalaman parit di buat lebih dangkal. Tanah diatas bedengan dicangkul atau dibajak sedalam 20 cm sampai gembur.
Jarak tanam bawang merah pada musim kemarau 15 x 15 cm atau 20 x 20 cm, sedangkan pada musim hujan 15 x 20 cm atau 20 x 20 cm.
Jika pH tanah kurang dari 5,6 dilakukan pengapuran dengan menggunakan kaptan atau dolomite minimal 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 1 – 1,5 ton/ha.
Pupuk kandang sebanyak 15 – 20 ton/ha atau kompos matang sebanyak 5 – 10 ton/ha disebar dan diaduk rata dengan lapisan olah 1 minggu sebelum tanam.
D. Penanaman
Jika umur simpan bibit yang akan ditanam kurang dari 2 bulan, dilakukan pemogesan ( Pemotong ujung umbi ) kerang lebih 0,5 cm untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Kemudian umbi bibit ditanam dengan cara membenamkan seluruh umbi.
E. Pemeliharaan
  • Penyiraman
Dilakukan sesuai dengan umur tanaman;
Umur 0 – 10 hari : 2x/hari ( pagi dan sore )
Umur 11 – 35 hari : 1x/hari ( pagi hari )
Umur 36 – 50 hari : 1x/hari ( pagi atau sore )
  • Pemupukan
Pemupukan dasar dilakukan pada saat tanam (preplant), sedangkan pemupukan susulan dilakukan pada umur 14 hari dan umur 35 hari setelah tanam.
Pupuk diaduk rata dan diberikan disepanjang garitan tanaman.
  • Penyiangan
Dilakukan Minimal dua kali per musim, yaitu menjelang dilakukannya pemupukan susulan.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian Hama dan Penyakit di lakukan bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit. Untuk mengendalikannya disemprotkan insektisida, fungisida sesuai dosis yang dianjurkan atau mencabut tanaman dan membakarnya.
F. Panen
Waktu panen ditandai dengan 60-70 % daun telah rebah, sedangkan untuk bibit kerebahan daun lebih dari 90 %. Panen di lakukan pada saat udara cerah.
Pada waktu panen bawang merah dengan diikat dalam ikatan ikatan kecil (1-1,5 kg/ikat), kemudian dijemur selama 5-7 hari. Setelah kering “askip” (penjemuran 5-7 hari), 3-4 ikatan bawang merah diikat menjadi satu, kemudian bawang dijemur dengan posisi penjemuran dibalik selama 3-4 hari. Pada penjemuran tahap kedua dilakukan pembersihan umbi bawang dari tanah dan kotoran. Bila sudah cukuo kering (kadar air kurang lebih 85 %) umbi bawang merah siap dipasarkan atau disimpan di gudang.
Apabila ada yang kurang faham bisa ditanyakan di komentar
Sekian dari saya. Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *