ROBERTO MANCINI, PELATIH PEMATAH REKOR NEGATIF

6 Pemain Termuda yang Bakal Memperkuat Timnas Italia di Euro 2020

Italia telah membuktikan diri sebagai tim yang perkasa di Euro 2020, dengan keberhasilan menjuarai turnamen sepakbola antar negara Eropa itu, sekaligus menunjukkan kehebatan Roberto Mancini sebagai pelatih spesialis pematah rekor negatif.

Julukan itu pantas diberikan, karena Roberto Mancini selama ini ternyata punya tangan dingin yang mampu membalikkan catatan negatif sebuah tim, sehingga ia dijuluki pelatih pematah rekor negatif.

Roberto Mancini lahir di Jesi, Ancona, Italia pada 27 Desember 1964. Karirnya sebagai pesepakbola diawali dari klub Bologna di era 1981. Setahun kemudian ia berlabuh di klub asal kota pelabuhan Genoa, Sampdoria.

Berikut sekilas perjalanan karir Mancini sebagai pemain hingga pelatih:

  1. Karir Sebagai Pemain:
  • Menjadi Pemain Bologna (1981-1982).
  • Berlabuh ke Sampdoria (1982 – 1997).
  • Pindah ke Lazio (1997 – 2001).
  • Bermain di Leicester City Hingga Pensiun (2001).
  1. Karir Seabagai Pelatih:
  • 2001- 2002 melatih tim La Viola Fiorentina dengan dua gelar Coppa Italia di tengah krisis finansial yang membelit klub.
  • 2002 – 2004 direkrut menjadi pelatih Lazio dan meraih dua Coppa Italia.
  • 2004 -2008 didapuk menangani Inter Milan dengan keberhasilan meraih Scudetto tiga kali, Coppa Italia dua kali, dan Piala Super Italia dua kali.
  • 2009 – 2013 menjadi pelatih tim Manchester City dan berhasil juara Liga Premier 2011/2012, Piala FA 2010/2011, dan FA Community Shield 2012.
  • 2013 pindah menjadi pelatih Galatasaray Turki, dengan gelar Piala Turki era 2013/2014.

Mancini hadir ke timnas Italia sebagai manajer, saat Italia baru saja terpuruk karena gagal di Piala Dunia 2018. Ia menggantikan posisi Gian Piero Ventura, sesudah federasi sepakbola Italia menunjuknya untuk menjadi pelatih dan manajer, terkait hasil memalukan dari juara Piala Dunia empat kali ini.

Saat itu mantan pelatih Inter Milan itu mengaku terpaksa mengambil posisi pelatih timnas, karena tidak satupun yang mau saat federasi sepakbola Italia membutuhkan pengganti Ventura.

Gara-gara itulah kursi kepelatihan sempat kosong enam bulan lamanya, dan federasi menunjuk Luigi di Biagio sebagai pelatih sementara.

Karir suksesnya sebagai pelatih tim nasional diawali pada 14 Mei 2018, dengan debut pertandingan melawan Arab Saudi. Saat itu gol Mario Balotelli dan Andrea Belotti menjadi langkah pertama yang bagus untuk Roberto Mancini, lewat kemenangan 2-1.

Sejak itu Italia menjadi tim tak terkalahkan dalam 33 pertandingan yang sudah dijalani, dan baru dua kali kalah saat pertandingan persahabatan melawan Perancis tahun 2018, dan juga kalah dari Portugal saat ikut dalam UEFA Nations League di tahun yang sama. 

Namun setelah dua kekalahan itu, Italia bangkit dan menjadi tim yang tak terkalahkan dalam 33 pertandingannya. Mancini juga konsisten menerapkan formasi 4-3-3, dan sejak itu sampai menjuarai Euro 2020, Italia belum pernah kalah.

Mancini juga mampu mengakhiri penantian panjang Italia akan gelar juara Euro, sesudah terakhir kali Gli Azzuri mengangkat trofi kemenangan itu pada 1968, saat menjadi tuan rumah Euro 2020.

Kepelatihan di timnas Italia berlanjut hingga Piala Dunia 2022, yang akan digelar di Qatar. Selepas itu, Mancini mengumumkan akan kembali melatih klub, dan merekomendasikan tiga nama untuk menggantikan dirinya.

Ketiga nama yang dianggap pantas menjadi pelatih dan manajer timnas Italia yaitu Massimiliano Allegri, Carlo Ancelotti, dan Gian Piero Gasperini.

Demikian sekilas perjalanan karir Roberto Mancini, pelatih timnas Italia spesialis pematah rekor negatif di hampir setiap tim yang pernah dilatihnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *